Ada 15 Aturan PPKM Kritis 3 Juli hingga 20 Juli, Mal Tutup tenggat Restoran Hanya Terima Take Away

ppkm-darurat-mal-dan-tempat-ibadah-tutup-sementara_20210701_175316

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Terus melonjaknya angka kasus positif virus corona (Covid-19) di negeri, membuat pemerintah akhirnya mencanangkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Kelompok (PPKM) Darurat.

Kebijakan yang diterapkan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 ini pun mulai diterapkan tanggal 3 Juli mematok 20 Juli mendatang.

Dalam pengumuman pemberlakuan PPKM Darurat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kalau ia telah mempertimbangkan petunjuk dari banyak pihak,   sebelum menerapkan kebijakan itu.

“Setelah memperoleh banyak masukan dari para menteri, para ahli kesehatan tubuh dan juga para besar daerah, saya memutuskan buat memberlakukan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli mematok 20 Juli 2021, istimewa di Jawa dan Bali, ” kata Jokowi, dalam pernyataan resminya yang disampaikan melalui Youtube Sekretariat Kepala, Kamis (1/7/2021).

Dalam penerapan PPKM Perlu ini, Menteri Koordinator Bagian Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pun akan menjadi koordinator untuk kawasan Jawa serta Bali. Lalu apa selalu aturan yang diterapkan buat membatasi kegiatan masyarakat perlu mencapai target penurunan peristiwa harian Covid-19 hingga invalid dari 10. 000 bola lampu hari?

Menetapkan diketahui, ada 15 preskripsi yang diterapkan dalam PPKM Darurat untuk memperketat aktivitas di Pulau Jawa serta Bali, meliputi:

Baca juga: PPKM Darurat Mulai Sabtu, Pengusaha Ritel Minta Aturan Jelas Sektor Mana yang Bisa Beroperasi

1. Untuk sektor non-essential diwajibkan bekerja dari sendi (WFH) bagi 100 upah pekerjanya.

dua. Kemudian seluruh kegiatan menelaah maupun mengajar dilakukan secara daring (online).

3. Lalu untuk daerah essential, diberlakukan 50 persen maksimum staf Work From Office (WFO) namun dengan protokol kesehatan ketat.

Sedangkan untuk sektor kritikal diizinkan maksimum 100 persen staf WFO dengan standar protokol kesehatan dengan lebih diperketat.