AHY Jadi Pahlawan Kelahiran Ibas, Putra Kedua SBY

setengah-tahun-kepergian-ani-yudhoyono-aliya-rajasa-didatangi-lewat-mimpi

TRIBUNNEWS. COM – KELAHIRAN Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) pada 24 November 1980, membawa cerita tersendiri bagi sang ibu, Kristiani Herrawati alias Ani Yudhoyono.  

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), anak sulung pasangan Ani Yudhoyono serta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang saat itu sedang berusia dua tahun tiga bulan menjadi ‘pahlawan’ untuk sang adik.

Pada 24 November 1980 sedianya Ani berencana mendaftarkan arisan bersama ibu-ibu pelik asrama TNI di Bale Endah, Bandung. Namun mendadak perutnya mulas hebat.

Pada saat tersebut sang suami, SBY, pusat menjalani latihan di sebuah kawasan di Jawa Barat. Praktis Ani hanya menyandarkan kakaknya, Wrahasti Cendrawasih (Titiek), yang kebetulan tinggal berdekatan dengan rumah dinas yang ditempati pasangan SBY-Ani Yudhoyono.      

Namun karena menikmati mulas masih bisa ditahan, Ani mengajak putra pertamanya, AHY, menuju lokasi arisan. Ternyata di perjalanan mengalami mulas menjadi kian bergaya sehingga Ani merasa lesu.

Mau kembali ke asarama tidak agak-agak lagi. Ia meremas tangan Agus yang masih balita untuk memberitahu sesuatu pantas terjadi pada diri Ani yaitu waktu melahirkan lekas tiba.

Kita ke rumah sakit sungguh Nak. Perut ibu lara, ” ujar Ani pada AHY. Rupanya AHY paham situasi darurat itu, ia tetap tenang, tidak menangis, dan terus menggenggam tangan sang ibu.

Ani kemudian menghubungi rumah sakit dan minta dikirim ambulans. Rumah Sakit Sariningsih di Jalan Sumatera, Tanah air Bandung menjadi tujuan buat melahirkan.

Rumah sakit di pusat praja itu memang sudah menjadi pilihan Ani. Alasannya masa melahirkan AHY di suatu klinik kecil trauma daruratnya masih terbayang.

Apalagi ia sempat tahu proses kelahiran putra Titiek, Danang, yang juga dilakukan di sebuah klinik mungil. Proses kelahiran Danang diwarnai masalah dan sangat suram. Fasilitas seadanya di klinik itu membuat sang kangmas benar-benar mempertaruhkan nyawa.