Bukti Antemortem Tak Lengkap, Awak DVI Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban

penyerahan-jenazah-korban-kebakaran-lapas-kelas-i-tangerang_20210910_124356

Laporan Wartawan Tribunnews. com Fandi Permana

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Proses identifikasi jenazah korban kebakaran Lapas Posisi I Tangerang masih dikerjakan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).

Dalam proses itu, sebesar hal membuat kesulitan cara identifikasi jenazah sulit dikerjakan. Di antaranya adalah minimnya data-data dari keluarga yang menunjukkan ciri-ciri korban.

Menurut salah seorang perwakilan Tim DVI Polri, Kombes Pol Pramujoko menuturkan identifikasi 41 jenazah menderita sejumlah hambatan.

Baca pula: Sedu Histeris Keluarga Saat Terima Jenazah Rudhi Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang

Lengah satunya minimnya data antemortem yang diserahkan keluarga objek ke tim DVI.

“Pada prinsipnya proses ini bisa dikerjakan secara baik. Secara teoritis bisa dilakukan cepat apabila dibantu data antemortem yang lengkap dan akurat, ” prawacana Pramujoko di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021).

Pramujoko menyebut dalam praktiknya, sejumlah kendala ditemui oleh tim DVI. Seperti masukan rinci dari korban dengan tidak lengkap dan berdampak pada proses identifikasi dengan saat ini dikerjakan oleh DVI.

“Data antemortem tidak lengkap jadi kesulitan utama saat ini. Misal, karena keluarga objek tidak punya foto-foto yang khas tentang korban dengan mendukung ciri fisik tersebut jadi kesulitan untuk saya. Contoh korban punya rajah, tapi keluarganya tidak punya fotonya, jadi kami menetapkan identifikasi lebih lanjut sedang, ” papar Pramujoko.

Selain minimnya data antemortem, kesulitan lain merupakan kondisi jenazah yang sudah dalam kondisi rusak ataupun sulit dikenali.

[embedded content]

Hal itu kendala sekaligus tantangan DVI untuk melakukan metode identifikasi secara tepat berdasarkan data yang dimiliki sekalipun tidak lengkap.

“Kemudian dari sisi postmortem, kadang-kadang jenazah ini ada yang utuh. Kalau utuh akan mudah, tapi kalau jenazah sudah terbakar & kondisinya sulit dikenali itu yang jadi kendala juga, ” kata dia.

Sejauh ini, mutakhir lima jenazah yang jadi diidentifikasi oleh Tim DVI Polri. Dari 41 jenazah, satu jenazah yang teridentifikasi sudah diserahkan ke pihak keluarga.

Jenazah pertama adalah Rudhi nama lain Cangak bin Ong Eng Cue telah diserahkan oleh Kemenkumham kepada pihak anak.

Sementara empat lainnya atas nama Dian Adi Priana bin Cholil (44), Kusnadi bin Rauf (44), Bustanil bin Arwani (50), dan Alvin Bin Marsum (23).