C Suhadi: PPKM Bentuk Negeri Hadir Dalam Melindungi Masyarakatnya dari Pandemi Covid-19

c-suhadi-kritik-pernyataan-ketum-ylbhi_20190527_113929

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA awut-awutan Ketua Umum Negeriku Nusantara Jaya (Ninja), C Suhadi SH MH sangat menyesalkan adanya rencana aksi demo di tengah pandemi Covid-19.

Saat ini Indonesia sedang berduka, jadi Suhadi mengajak semua elemen memberi solusi, bukan malah bikin demo.

“Saya sangat menyesalkan sikap orang-orang yang akan menunaikan demo, saat ini cukup masa PPKM, karena ini ketentuan hukum, maka kudu diikuti oleh semua bagian dan kalau keberatan dengan PPKM caranya bukan di bentuk demo, ” membuka Suhadi.

PPKM ini menurutnya dilakukan karena adanya wabah pandemi Covid-19, adanya peristiwa yang negeri tidak bisa menghindar lagi atau dalam bahasa kaidah postmajure (negara dalam peristiwa bahaya) ataupun keadaan darurat, genting.

Jadi PPKM menjadi bagian solusi dan masalahnya bukan hanya melanda Indonesia tapi juga dunia, sehingga pemberian tanda PPKM itu hanya nama saja yang sama atau mirip lockdown bahasa asingnya dan istilah-istilah lainnya, dengan artinya ada kegiatan-kegiatan yang dibatasi, yang skalanya tidak bebas dan harus diikuti oleh masyarakat.

Dan keadaan ini jadi bentuk negara hadir di melindungi masyarakatnya dari pandemi Covid-19 yang membahayakan itu.

“Menggelar demo saat ini adalah sangat konyol dan saya benar menyesalkan terhadap orang-orang dengan berada di balik kesibukan demo ini, ini tidak mendidik masyarakat, namun kegiatan biadab, ” tutur Suhadi.

Saat itu imbuhnya, negara dalam masa darurat akibat banyaknya bangsa yang terpapar dan apalagi sampai mengakibatkan kematian kelanjutan virus corona dan pada alasan itu Presiden sebagai kepala Negara melakukan cara dalam rangka melindungi klub dan itu diatur Peraturan Dasar 1945 supaya kelompok bisa terselamatkan.

“Kita tahu agenda bilangan bukan hanya demo PPKM tapi ujung-ujungnya minta Jokowi mundur. Ini perbuatan yang tidak bermoral di situasi saat ini, harusnya mereka punya
gagasan-gagasan yang edukatif berupa perbaikan untuk dibicarakan dengan pemerintah, ” jelasnya.

Akibat adanya kerumunan demo itu justru membuat barang apa yang dilakukan pemerintah di dalam rangka menurunkan meluasnya epidemi virus akan sia-sia serta justru akan muncul teristimewa cluster-cluster baru.

“Kita ini takut bakal keluar rumah, lha tersebut kok malah ngajak demo, ” ujar Suhadi.

Karena demo dimasa seperti ini bukan tiang keluar, akan tetapi jadi bentuk pembangkangan dan ketololan dari orang yang tak punya hati, ingat pademi ini bukan kemauan negeri termasuk membuat aturan-aturannya di dalam mengatasi pademi.

“Dan pesan saya jikalau demo tetap berlanjut, tindak tegas mereka, apalagi jika sampai teriak turunkan Pemimpin tangkap dan proses hukum, karena mereka bukan pejuang akan tetapi pelaku akal laba-laba yang tidak boleh hati saja memanfaatkan situasi perlu syahwat politik, ” tuturnya.