Dipegang Kemenristek/BRIN, Habibie Award Kini Berganti Nama Jadi Habibie Prize

Dipegang Kemenristek/BRIN, Habibie Award Kini Berganti Nama Jadi Habibie Prize

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sejak dahulu sangat berperan dalam mendukung kemajuan suatu warga melalui beragam inovasi.

Begitu pula saat ini, karakter IPTEK sangat mempengaruhi segala daerah, terlebih di era revolusi pabrik 4. 0.

Para-para peneliti, perekayasa dan dosen pada bidang IPTEK pun kini semakin memiliki citra tersendiri dan mendapatkan tempat khusus sebagai elemen dengan mampu mendorong percepatan pembangunan ekonomi.

Kali ini, Yayasan Sumber Daya Manusia (SDM) Iptek kembali memberikan penghargaan kepada jiwa yang berjasa di bidang IPTEK.

Namun ada dengan berbeda pada penyelenggaraan tahun tersebut, karena yayasan ini telah resmi menyerahkan kepada Kementerian Riset & Teknologi sekaligus Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Kemenristek/BRIN pun mengganti nama Habibie Award menjadi Habibie Prize, peristiwa ini dilakukan agar nantinya ajang ini bisa memiliki skala universal.

Seperti yang disampaikan Menristek sekaligus Kepala BRIN Jelas Brodjonegoro dalam agenda Penandatanganan Dokumen Serah Terima Penyelenggaraan Habibie Award dari Yayasan SDM Iptek pada Kemenristek/BRIN yang digelar secara virtual, Jumat (6/11/2020).

“Kita ingin ruang lingkupnya menjadi level nasional di bawah dukungan Kemenristek, bahkan ke depannya nanti mampu diangkat di level internasional, ” ujar Bambang, pada kesempatan tersebut.

Membaca juga: Bersambung Inotek, Kemenristek Siap Cetak Seribu Teknopreneur

Ajang ini awalnya merupakan inisiasi ‘Bapak Teknologi’ Bacharuddin Jusuf Habibie untuk memberikan penghargaan kepada mereka dengan berjasa di bidang IPTEK.

Dia berharap pengembangan IPTEK mampu membuat Indonesia keluar lantaran middle income trap dan menjelma elemen pendorong percepatan pembangunan ekonomi.

“Kita ingin menjadikan IPTEK agar mendorong pembangunan ekonomi lebih cepat, sekaligus sebagai cara untuk keluar dari middle income trap, ” kata Bambang.

Baca serupa: Komisi VII Minta Kemenristek Percepat Pengembangan Vaksin Covid-19

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pengelola Yayasan SDM Iptek Wardiman Djojonegoro optimis bahwa Habibie Award bakal semakin baik jika berada dalam tangan pemerintah.

Terlebih setelah perubahan nama menjadi Habibie Prize, tentunya ajang ini diharapkan akan lebih berkualitas dan semakin mewujudkan cita-cita BJ Habibie.

“Dengan pada tangan pemerintah, maka Habibie Prize akan lebih bermutu dan mampu menjawab apa yang dicita-citakan oleh Pak Habibie, ” kata Wardiman.