Epidemiolog: PPKM Skala Mikro Tak Mendatangkan Pengendalian Kasus Covid-19 di Indonesia Menjadi Landai

selama-ppkm-pesepeda-naik-4-persen_20210118_193524

Informasi Wartawan Tribunnews. com, Rina Cantik

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA porakporanda Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengkritisi kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dengan dimulai hari ini.

Ia menilai, kebijakan itu tak akan membawa pengendalian kasus dalam Indonesia menjadi landai, lantaran adanya kelonggaran aktivitas dan kerumunan.

Seperti pelaksanaan kerja di kantor dengan menerapkan work from home (WFH) diperlonggar menjadi 50 persen.

Sebelumnya, kesibukan perkantoran dibatasi 25 persen daripada kapasitas total.

Padahal berdasarkan kondisi saat ini, meminta pembatasan aktivitas sangat ketat, sebab laju penyebaran yang tinggi & masih terlalu banyak orang dengan belum terdeteksi apakah membawa virus atau tidak.

“Dalam konteks di Pulau Jawa sungguh PPKM skala mikro ini telah lewat, sebetulnya. Jadi harus ada pembatasan lebih ketat, sangat diperlukan untuk mempercepat kelandaian kurva Covid-19, ” ujarnya kepada Tribunnews. com , Selasa (8/2/2021).

[embedded content]

Bertambah jauh ia mengatakan, pemerintah tidak memiliki konsep yang jelas di penerapan PPKM skala mikro.

“Syarat-syaratnya PPKM ini dilonggarkan. Nah itu tidak pernah berkorelasi dengan situasi terkini, dengan masukan yang ada, PPKM skala mikro ini harus diperjelas, ” membuka Dicky.

Dicky mengutarakan, PPKM skala mikro sangat efektif dilakukan di daerah dengan kejadian yang relatif sedikit dan pelaksanaan 3T yang kuat.

Baca juga: Menko PMK: Aparat RT/RW Bakal Menjadi Informan Pada PPKM Mikro

Baca juga: Mal Buka Datang Pukul 9 Malam saat PPKM Mikro, PKS: Ini Bukan Pengetatan Tapi Pelonggaran

“Di luar Jawa pada daerah yang belum terlalu berat (kasus Covid-19) bisa efektif, ” ungkap Dicky.

Dia mengutarakan, selain membuat kebijakan pembatasan pekerjaan super ketat, pemerintah juga perlu memperkuat peran komunitas di tingkat bawah seperti Posko Tangguh Covid-19.

“Adapun penguatan respon pada tingkat desa kelurahan yakni yang harus dibangun dari sekarang karena ini perang panjang dengan menuntut peran semua pihak terutama yang berbasis komunitas supaya kontinuitasnya bisa lebih terjaga, ” harap dia.