IHSG Berpotensi Kembali Menguat Jelang Rilis Cadangan Devisa

ihsg-naik-2-persen-di-akhir-pekan_20200925_211749

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Ruang Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari itu secara teknikal berpotensi memeriksa kembali menguat dengan support resistance 6. 102 mematok 6. 169.

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengutarakan, meskipun tutup di daerah hijau kemarin, secara teknikal IHSG membentuk bearish candle yang bergerak terkonsolidasi serta masih terlihat kuat diatas moving average 5 hari, 20 hari, dan 50 hari.

Baca juga: IHSG Bangkit 1, 42 Persen, Kapitalisasi Capai Rp 7. 300 Triliun di Awal September

“Pergerakan masih pada tren pasti jangka pendek dan mencoba konfirmasi break our resistance fractal yang berada dikisaran 6. 169, ” ujar dia melalui risetnya, Selasa (7/9/2021).

Lanjar menjelaskan, sentimen penggerak IHSG dari dalam negeri di dalam hari ini akan menyambut data cadangan devisa dengan diperkirakan kembali meningkat.

Mengaji juga: Daya Beli Masyarakat Belum Pulih, IHSG Diprediksi Tertekan Lagi

“Sehingga secara sentimen IHSG berpotensi terdorong menguat, ” katanya.

Tengah, saham global sejauh ini telah melewati kekhawatiran bahwa ketegangan vatian delta memperlambat pembukaan kembali dari pandemi dan memperburuk gangguan sediaan yang mendorong inflasi.

Mengaji juga: IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat, Tujuh Saham Tersebut Layak Dicermati

Sebuah laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) terekam lemah pekan lalu menjunjung pandangan bahwa Bank Sentral AS atau Federal Total akan menunda pengurangan provokasi yang telah membantu rekan keuangan.

“Investor akan menanti data neraca perdagangan dan aktivitas ekspor impor di China beserta pertumbuhan ekonomi kuartal II di Eropa, ” pungkas Lanjar.