Kecam Perusahaan Penimbun Obat Covid-19, Bamsoet: Patut Dipertanyakan Mengecap Kemanusiaannya

pasar-obat-pramuka-dipadati-pengunjung_20210630_211947

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Ketua MPR RI Jelas Soesatyo mengutuk keras kesibukan distributor yang menimbun obat-obatan penunjang penyembuhan Covid-19.

Menurutnya pihak yang menimbun obat-obatan tersebut elok dipertanyakan rasa kemanusiaannya.

Diketahui, polisi lulus membongkar gudang obat milik distributor PT ASA dalam Kompleks Pergudangan Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin (12/7), yang diindikasikan menimbun obat Azithromycin, paracetamol hingga Dexamesthason, yang digunakan sebagai terapi penyembuhan pasien Covid-19.

Menyuarakan juga: Minta Percepat Serapan Taksiran Covid-19 di Daerah, Ketua DPR: Ini soal Mengambil dan Penghidupan

“Siapapun yang menumpuk obat, tabung oksigen, maupun berbagai sarana dan infrastruktur penunjang penyembuhan pasien Covid-19, patut dipertanyakan rasa kemanusiaannya. Tindakan tersebut sangat keji, mencari keuntungan ditengah kesengsaraan dan bahkan nyawa karakter lain.

Kelanjutan ulah mereka, banyak nyawa tidak bisa segera tertunjang. Rakyat yang sudah menderita akibat Covid-19, juga kudu menderita karena kelangkaan obat dan sarana penunjang lainnya, ” ujar Bamsoet, pada wartawan, Rabu (14/7/2021).

Bamsoet juga membakar pihak kepolisian bekerjasama dengan marketplace seperti Shoppe, Tokopedia, Bukalapak, hingga Lazada.

Dia meminta ada kerjasama kepolisian dengan pihak-pihak tersebut untuk menindak para penjual online yang menjual oxymeter maupun sarana serta prasarana penunjang penyembuhan anak obat Covid-19 dengan harga sangat tinggi, melebihi batas kehormatan eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Selain patroli lapangan, kepolisian juga harus mulai menyelenggarakan patroli siber ke bervariasi marketplace. Jangan berikan kawasan bagi siapapun memanfaatkan kesengsaraan rakyat hanya demi memeriksa keuntungan materi, ” terang Bamsoet.

Baca juga: BEM Nusantara Ajak Mahasiswa Edukasi Kelompok agar Bersedia Disuntik Vaksin Covid-19

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menerangkan, Kementerian Kesehatan telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) 11 obat terapi penyembuhan pasien Covid-19.

Antara lain, Favipiravir 200 mg tablet Rp 22. 500, Remdesivir 100 mg injeksi Rp 510. 000, Oseltamivir 75 mg kapsul Rp 26. 500, Intravenous immunoglobulin 5 persen 50 ml infus Rp 3. 262. 300, Intravenous immunoglobulin 10 persen 25 ml infus Rp 3. 965. 000, Intravenous immunoglobulin 10 persen 50 ml infus Rp 6. 174. 900, Ivermectin 12 mg gentel Rp 7. 500, Tocilizumab 400 mg/20 ml infus Rp 5. 710. 600, Tocilizumab 80 mg/4 ml infus Rp 1. 162. 200, Azithromycin 500 mg tablet Rp 1. 700 serta Azithromycin 500 mg infus Rp 95. 400.

“Harga berniaga tersebut berlaku di segenap Indonesia. Dari mulai di apotek, instalasi farmasi, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan tubuh lainnya. Termasuk juga dengan dijual di berbagai marketplace, ” pungkas Bamsoet.