Klub Diminta Hentikan Wacana Masa Jabatan Presiden Tiga Periode

presiden-joko-widodo-jokowi-dalam-sambutan-peringatan-di

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi mendukung sikap jelas Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menolak dicalonkan untuk periode ketiga pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Oleh karena itu Seknas Jokowi mengimbau klub untuk mengakhiri wacana periode jabatan presiden tiga periode dikaitkan dengan Jokowi.

“Sebaiknya berhenti mewartakan wacana ini.   Seknas  Jokowi paling depan menegasikan jika sampai ada amandemen UUD yang merubah masa jabatan presiden dari besar periode menjadi tiga masa, ”  kata Sekretaris Jenderal (Sekjen)  Seknas  Jokowi Dedy Mawardi kepada wartawan, Jumat (19/3/2024).

Baca juga: Ahmad Syaikhu: Wacana Penambahan Masa Lembaga Presiden 3 Periode Memproduksi Demokrasi Semakin Mundur

Presiden Jokowi sudah mengatakan menolak usulan perpanjangan masa jabatan presiden.

Dia tunggal mengaku tidak berniat dan tak punya minat untuk menjabat selama 3 periode.

Jokowi menguatkan ia bakal patuh di dalam konstitusi atau UUD 1945  yang mengamanatkan bahwa lembaga masa presiden maksimal 2 periode.

Baca juga: Isu Jabatan Presiden 3 Periode, 99, 9% DPD RI Diyakini akan Menolak

Seknas  Jokowi mengisbatkan, sikap Presiden Jokowi sudah sangat jelas, sehingga publik sudah bisa menilai kesahan informasi yang berkembang saat ini.

“Seknas  sangat mendukung sikap jelas Presiden Jokowi, menolak wacana masa jabatan presiden tiga periode, ” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Mantan Ketua MPR RI  Amien  Rais  mengungkapkan kecurigaannya terpaut adanya usaha dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menguasai semua institusi tinggi negara.

Hal itu disampaikannya meniti akun YouTube  Amien  Rais  Official, seperti dikutip Minggu (14/3/2021).  

“Tentu ini sangat kritis. Jadi sekarang sudah ada semacam publik opini dengan mula-mula samar-samar sekarang semakin jelas ke arah mana rezim Jokowi ini untuk melihat masa depannya, ” ujar  Amien.

Amien Rais dan Jokowi
Amien Rais dan Jokowi (KOMPAS. com Kristianto Purnomo / Biro Pers Istana Kepresidenan Agus Suparto)

Pendiri Partai Ummat tersebut curiga, rezim Presiden Jokowi akan mendorong adanya sesi MPR untuk melakukan transformasi terhadap dua pasal.

Satu di jarang dua pasal itu,   Amien  mengatakan akan menyampaikan hak bagi presiden bisa dipilih tiga kali.

Namun begitu dia menegaskan bahwa semua kejadian itu masih menjadi dugaannya.

“Jadi mereka akan mengambil langkah baru meminta sidang istimewa MPR ya mungkin satu perut pasal yang katanya menetapkan diperbaiki. Yang mana aku juga tidak tahu. Tapi kemudian nanti akan ditawarkan pasal baru yang kemudian memberikan hak bahwa kepala itu bisa dipilih 3 kali, ” ucap  Amien.