Layangan Nyangkut, Listrik 8 Kota dan Kabupaten dari Madiun, Ngawi, Magetan, hingga Ponorogo Padam

Layangan Nyangkut, Listrik 8 Kota dan Kabupaten dari Madiun, Ngawi, Magetan, hingga Ponorogo Padam

TRIBUNNEWS. COM semrawut Listrik sempat padam di delapan kota dan kabupaten di Jawa Timur pada Sabtu (3/10/2020) malam.

PT PLN (Persero) mengungkapkan, penyebab padamnya listrik merupakan layang-layang yang tersangkut di SUTT 150 kV Manisrejo-Nganjuk.

Pembangkit listrik itu terletak pada Desa Wungu, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

“Berdasarkan buatan investigasi cepat Tim UPT Madiun di jalur SUTT 150 6h-riwewxAt, ditemukan layang-layang di desa Wungu dan berhasil mengamankan sebuah layang-layang jenis sawangan yang tersangkut di jaringan SUTT, ” kata Dwi Sugeng Prihartono Senior Manager SDM dan Umum PT PLN (Persero) UIT Jawa Bagian Timur & Bali, Minggu (4/10/2020).

Baca: Penerjun Payung Terhenti Kabel Listrik di Wonogiri

Gangguan yang terjadi pada pukul 18. 03 WIB ini, kata dia, mengakibatkan padamnya 12 Gardu Induk di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Gigi (UPT) Madiun yang menyuplai elektrik ke Jawa Timur sisi barat termasuk Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Nganjuk dan daerah sekitarnya.

“Setelah dilakukan perbaikan oleh Tim UPT Madiun pemadaman mampu pulih seluruhnya pada pukul 19. 56 WIB, ” jelasnya.

Ia mengimbau, masyarakat agar lebih berhati-hati ketika bermain layang-layang, demi kemananmasyarakat dan keandalan sediaan listrik.

Dengan hantaran listrik 70. 000 Volt, 150. 000 Volt dan 500. 000 Volt, ucap dia, sungguh kritis bila terjadi risiko yang tak diinginkan.

Baca: Polisi Apes, Bela Wanita dengan Digoda, Bripka AF Menang Gulat Lawan Sopir hingga Dilaporkan ke Polisi

Mengacu pada Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, setiap orang yang akibat kegiatannya, mengakibatkan terputusnya aliran listrik sehingga merugikan masyarakat, diancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 2. 5 miliar.

Sedangkan petunjuk ruang bebas atau jarak damai dari jaringan listrik berdasarkan Susunan Menteri ESDM No 02 Tarikh 2019 tentang Ruang Bebas & Jarak Bebas Minimum pada Terusan Udara Tegangan Tinggi, dilarang membentuk bangunan dan menanam tanaman dengan memasuki ruang bebas minimum serta dilarang bermain layang-layang menggunakan benang konduktif, disekitar jalur transmisi (SUTET/SUTT) karena dapat membahayakan keselamatan atma dan dapat mengganggu kontinuitas pembagian listrik kepada masyarakat.

“Meskipun kita berada dalam status pandemi Covid-19, petugas PLN selalu siaga berpatroli rutin mengamankan sabuk pasokan listrik khususnya jaringan tegangan tinggi SUTT dan SUTET. Serta kami selalu menghimbau pada warga agar selalu waspada dalam bermain layangan ataupun balon udara, menjauh dari jaringan listrik agar awak aman dari risiko bahaya terhenti jaringan listrik, “tambah General Manager PLN UIT JBTB, Suroso. (TribunMadura. com/rbp)

Artikel tersebut telah tayang di Tribunmadura. com dengan judul Penyebab Listrik Redup di Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ada Layang-Layang Tersangkut