Memonitor dan Jaga Warga saat Pandemi, Ganjar Bentuk Satgas Jogo Tonggo

Memonitor dan Jaga Warga saat Pandemi, Ganjar Bentuk Satgas Jogo Tonggo

TRIBUNNEWS. COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengundang masyarakat desa untuk memantau serta menjaga tetangga masing-masing melalui Satgas Jogo Tonggo di setiap Dasar Warga ( RW). Pelaksanaan Jogo Tonggo akan disertai instruksi dan koordinasi yang lebih tegas berdasarkan masukan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan para pakar.

“Kami siapkan data dan libatkan gugus tugas daerah, bupati, wali kota, camat, lurah (kades), serta RW. Semoga di dalam dua hari rancangannya selesai sehingga saya bisa keluarkan Peraturan Gubernur (Pergub), ” kata Ganjar, di rilisan pers yang diterima Tribunnews, Kamis (23/4/2020)

Nantinya, Satgas Jogo Tonggo akan diketuai RW, dibantu para ketua Rukun Tetangga, dan beranggotakan tim kesehatan tubuh, tim ekonomi, serta tim kebahagiaan. Ketua satgas diwajibkan melaporkan kegiatan sehari-hari pada pihak desa atau kelurahan.

Menangkap: SMRC: Jateng Provinsi Paling Responsif Tangani Pandemi Corona

Dalam pelaksanaannya, Jogo Tonggo mancakup dua hal, yaitu jaring pengaman sosial dan keamanan, dan jaring ekonomi. Jaring pengaman baik dan keamanan meliputi sosialisasi, pendataan, dan pemantauan warga.

Sementara itu, jaring pengamanan ekonomi akan memastikan tidak ada kepala pun warga yang kelaparan semasa wabah dan mengusahakan kegiatan ekonomi warga berjalan dengan baik pasca wabah. Dengan gerakan tersebut, diharapkan setiap warga selalu menengok tetangga kiri dan kanan. Kemudian bila ada yang kesusahan, segera lapor ketua RW untuk dicarikan solusi bersama.

Di sisi lain, Ganjar melihat kemungkinan banjir pengangguran dan kelangkaan bahan makanan pasca coronavirus disease 2019 (Covid-19). Maka dari itu, selain membentuk Satgas Jogo Tonggo, Ganjar juga meminta setiap desa menyediakan lumbung pangan dan menguatkan ketersediaan kebutuhan pangan.

Baca: Setuju Keputusan Jokowi, Ganjar Pranowo Minta Pemerintah Jamin Nasib Warga Jateng yang Tidak Mudik

“Mulai sekarang tanam sayur hingga apotek hidup di pekarangan. Desa atau RW yang belum punya ikan, mulai menebar benih. Yang belum punya telur dan daging, tiba beternak, ” kata Ganjar. Membalas menegaskan, ia tidak ingin terdapat kasus mati kelaparan di Jateng.

“Orang desa terbiasa berbagi makanan, gotong royong membikin rumah, dan menjaga lingkungan secara sistem keamanan lingkungan (siskamling), ” kata Ganjar.

Baca: Ganjar Pranowo Siapkan Wadah Isolasi bagi TKI asal Jawa Tengah: Harapannya Mereka Tak Kembali

Terkait keberlanjutan ekonomi pasca corona, Ganjar meminta setiap desa menggunakan dana kampung untuk membuat usaha pemberdayaan kelompok. “Kegiatan padat karya jangan seluruh fisik, tapi yang sifatnya berlanjut. Perikanan, peternakan, konveksi, kerajinan, atau kuliner. Agar tidak sekali kesibukan lalu selesai, ” kata Membalas. (*)