Menparekraf: Destinasi Wisata Boleh Buka di Masa Libur Lebaran

kampanye-selamatkan-lautan-lewat-rabbit-underwater-show_20210330_192726

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan tidak ada larangan operasional destinasi wisata alias boleh buka selama masa libur Lebaran 2021.

Sandi meminta pelaku daya pariwisata dan ekonomi kreatif lokal memaksimalkan persiapan adat kesehatan ketat ke pengunjung di tengah momentum kekangan mudik.

“Saya melihatnya akan ada reposisi, destinasi wisata lokal mau mendapatkan kunjungan karena penuh masyarakat yang tidak bisa ke kampung halaman, ” jelas Sandiaga, Rabu (14/4/2021).

Dia serupa meminta pelaku usaha turisme dan ekonomi kreatif buat mempersiapkan crowd management.

“Masyarakat akhirnya akan menghabiskan libur Lebaran di bingkai PPKM skala mikro dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, ” kata Sandiaga.

Menparekraf menekankan keputusan tersebut harus disikapi dengan lengkap tanggung jawab oleh segenap elemen masyarakat, pelaku jalan, untuk beradaptasi dan menyala sama dengan Pemda serta Satgas Covid-19 setempat buat memaksimalkan protokol kesehatan dan pelayanan di destinasi.  

“Prokes tersebut seperti kapasitas yang dikurangi, adaptasi digital, adaptasi kaya inilah yang perlu dikerjakan, ” kata dia.

Membaca juga: Ada Larangan Mudik, PO Haryanto Alami Lonjakan Penumpang Sejak Sebelum Ramadhan

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemda serta pihak-pihak terkait lainnya buat turut serta melakukan penilikan dan pengawasan seperti Polda Metro Jaya yang menyatakan akan menjalankan instruksi negeri soal larangan mudik Lebaran.  

Baca juga: Adzan Maghrib Berbunyi Saat Akan Naik MRT Jakarta, Penumpang Mampu Berbuka di Peron

Polisi tak melarang masyarakat bepergian dalam sekitar wilayah Jabodetabek.

“Namanya aglomerasi. Aglomerasi itu Jabodetabek, artinya orang Jakarta yang ke Bekasi, boleh, tapi enggak boleh sampai Karawang, ” kata pendahuluan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Penumpang KRL Commuter Boleh Berbuka di Pribadi Kereta Saat Adzan Muncul Selama Ramadan

Sambodo mengatakan, kalau ada masyarakat keluar tempat itu, polisi langsung bakal memutarbalikkan.

Petugas sudah membuat pos pembatasan guna mengantisipasinya.

“Kami mencegatnya itu dalam pintu-pintu keluarnya Jabodetabek. Tiruan, misal di Cikarang Barat di km 33, kesananya kan sudah masuk Karawang. Cikupa, itu ke sananya sudah masuk ke Banten, ” ujarnya.