Negeri Tak Melanjutkan Program Subsidi Honorarium Tahun Ini, Diganti Bantuan Rp 3, 5 Juta

ilustrasi-nilai-tukar-rupiah16

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan subsidi upah dalam program Bantuan Subsidi Imbalan (BSU) tak lagi dilanjutkan tahun ini.

Dana untuk pencairan BLT ini tak teristimewa teralokasi di APBN 2021.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengakui bahwa dana BLT subsidi gaji atau bantuan subsidi upah (BSU) tahun ini tidak ada alokasinya dalam APBN 2021.

Membaca juga: Anggota Komisi IV DPR Cecar Gajah Pertanian Terkait Kelangkaan Pupuk Sumbangan

“Sementara, sungguh di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan. Nanti dlihat bagaimana iklim ekonomi berikutnya, ” ujar Ida dikutip dari Antara, Selasa (9/2/2021).

Ida menjelaskan, rencana bantuan subsidi upah ini tentu akan berlanjut asalkan tergantung sejak situasi dan kondisi perekonomian nasional tahun ini.

“Nanti kami lihat kondisi ekonomi berikutnya, ” kata menteri dari bagian dari Politisi Partai Kebangkitan Kaum (PKB) ini.

Sebagai informasi, untuk termin pertama penyaluran dengan rentang waktu bulan Agustus hingga Oktober 2020, realisasinya menyentuh 12, 29 juta penerima atau 99, 11 persen dengan taksiran Rp 14, 7 triliun.

Sementara pada termin perdana tersebut, bantuan subsidi gaji yang belum tersalurkan mencapai 110. 762 pekerja. Sedangkan untuk termin kedua, pihaknya memulai penyaluran pada bulan November 2020.

Adapun realisasi penyaluran sebanyak 12, 24 juta atau 98, 71 upah dengan anggaran Rp 14, 6 triliun. Sementara yang belum tersalurkan terdapat 159. 727 pekerja sehingga total realisasi dari kedua periode sebesar Rp 29, 4 triliun atau 98, 91 persen.

Diganti bantuan Rp 3, 5 juta