Olahragawan Pelanggar Protokol Kesehatan tidak akan Bisa Bertanding dalam Olimpiade Tokyo Jepang

stadion-olimpiade-di-tokyo-jepang-6-april

Laporan Koresponden Tribunnews. com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS. COM, TOKYO berantakan Seluruh gambaran terkair jadwal penanggulangan virus corona pemerintah jepang untuk masuknya olahragawan dari Olimpiade Tokyo serta Paralimpiade di musim radang telah terungkap.

Tribunnews. com memperoleh bocoran dokumen tersebut baru-baru tersebut dan memperlihatkan sangat saksama protokol kesehatan bagi para-para atlet dan officialnya untuk acara Olimpiade yang bakal dibuka 23 Juli 2021 mendatang.

Di dalam rencana penanggulangan, semua pengikut yang terlibat dalam kompetisi akan diminta untuk melakukan tes PCR dan ulangan antigen sebanyak dua kali dalam waktu 96 tanda sebelum meninggalkan Jepang.

Ini artinya dibanding negara asalnya, misalnya dibanding Indonesia, dalam 96 jam sebelum mendarat ke Jepang harus melakukan dua kala tes tersebut.

Baca juga: Deklarasi Darurat Ketiga di Jepang, Kerugian Ekonomi Diperkirakan 699 Miliar Yen

Ketika mereka muncul di Jepang, dilakukan penyeliaan setiap hari selama 3 hari setelah memasuki Jepang.

Setelah mengambil Jepang, atlet dan pembimbing akan dicek setiap hari, dan latihan akan diizinkan sejak hari pertama menyelundup, asalkan jangkauan aktivitasnya dibatasi.

Pengaturan kedudukan (lokalisasi) akan ditentukan panitia untuk setiap negara.

Penantian 14 hari yang biasanya diwajibkan dikecualikan.

Untuk pengingkaran protokol kesehatan tersebut, akan diambil tindakan termasuk perampasan sertifikat kualifikasi untuk berpartisipasi dalam turnamen untuk meningkatkan keefektifannya.