Perkiraan Penerima Manfaat Tak Sesuai, Tadbir Kartu Prakerja Jalin Kerja Sepadan dengan Kejagung

Perkiraan Penerima Manfaat Tak Sesuai, Tadbir Kartu Prakerja Jalin Kerja Sepadan dengan Kejagung

TRIBUNNEWS. COM –  Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja meningkatkan tata kelola terpaut keberlanjutan program.

Kali ini, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menjalin kerja sama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata & Tata Usaha Negara (Jamdatun).

Mereka pun telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penanganan masalah hukum bidang hati-hati dan tata usaha negara pada Selasa (27/10/2020) hari ini.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin menuturkan, kegiatan sama ini merupakan bagian upaya untuk meningkatkan sinergi dengan alat penegak hukum.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Mohammad Rudy Salahuddin.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Beradu Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Mohammad Rudy Salahuddin. (TRIBUNNEWS. COM/REYNAS)

Baca juga: Apakah Kartu Prakerja Gelombang 11 Akan Dibuka? Pastikan Daftar di www.prakerja.go.id, Ini Syaratnya

“Hal ini penting untuk mengoptimalkan penanganan adat dalam bidang hukum perdata & tata usaha negara. ”

“Termasuk menangani kerugian yang mungkin timbul, misalnya apabila ada penerima manfaat Kartu Prakerja yang tidak memenuhi ketentuan. ”

“Maupun hubungan keperdataan dengan para mitra dan pihak-pihak terkait lainnya, ” kata Rudy di dalam keterangan resminya yang diterima Tribunnews , Selasa (27/10/2020).

Sebab, hanya pihak-pihak tertentu saja yang berhak memperoleh manfaat dari Kartu Prakerja.

Hal ini berdasarkan Pencetus 3 Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2020.

CEO and Co-Founder DANA, Vince Iswara (ketiga kanan) menjadi pembicara pada seminar di sela-sela penandatanganan kerja sama antara Kartu Prakerja dengan DANA, di Jakarta, Rabu (14/10/2020). Melalui kerja sama ini, DANA menjadi salah satu platform dompet digital resmi sekaligus solusi yang digunakan untuk mengakselerasi kelancaran insentif dan program bagi masyarakat luas, khususnya peserta Kartu Prakerja yang telah menuntaskan pelatihan peningkatan kompetensi yang disyaratkan. Tribunnews/Jeprima
CEO and Co-Founder SOKONGAN, Vince Iswara (ketiga kanan) menjadi pembicara pada seminar di sela-sela penandatanganan kerja sama antara Kartu Prakerja dengan DANA, di Jakarta, Rabu (14/10/2020). Melalui kerja setara ini, DANA menjadi salah satu platform dompet digital resmi sekali lalu solusi yang digunakan untuk mengakselerasi kelancaran insentif dan program untuk masyarakat luas, khususnya peserta Surat Prakerja yang telah menuntaskan pelatihan peningkatan kompetensi yang disyaratkan. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Baca juga: UPDATE Kartu Prakerja: Gelombang 11 Kemungkinan Akan Dibuka, 373. 745 Peserta Masuk Daftar Hitam

Seperti Masyarakat Negara Indonesia (WNI), berusia minimal 18 tahun, dan tidak sedangkan mengikuti pendidikan formal.