Urusan Dugaan Pidana Jasa Keuangan Eks Dirut PT BS, Bareskrim Bakal Periksa Lihai Korporasi

rusdihartono

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA kacau Bareskrim Polri bakal memeriksa sejumlah ahli sebagai bukti dalam dugaan tindak kejahatan sektor jasa keuangan tempat tersangka eks Direktur Sari PT BS berinisial SA pada pekan depan.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan kepala di antara saksi yang diperiksa adalah ahli korporasi.

“Minggu depan pemeriksa telah mempersiapkan pemeriksaan kembali kepada beberapa pihak dengan dapat memperjelas kasus itu, termasuk juga ahli korporasi, ” kata Brigjen Rusdi kepada wartawan, Sabtu (20/3/2021).

Namun sejenis, Rusdi enggan membeberkan lebih lanjut perihal siapa sekadar yang akan diperiksa sebab penyidik. Yang jelas, seluruh saksi yang berkaitan dengan kasus ini akan dipanggil penyidik.

Baca juga: Alasan Polri Tak Tahan Eks Dirut PT BS Usai Ditetapkan Tersangka Dugaan Pidana Daerah Jasa Keuangan

Mengucapkan juga: Alasan Hakim Cuma Ketentuan Nurhadi 6 Tahun Tangsi: Berjasa Dalam Kemajuan MA

“Yang jelas kedepan akan dilakukan lanjutan pemanggilan sekali lagi menurut penyidik kepada para pihak yang bisa memperjelas kasus yang terjadi, ” tukas dia.

Sebelumnya, Polri menyampaikan bekas Direktur Utama PT BS berinisial SA diperiksa selama 10 jam terkait statusnya sebagai tersangka dugaan aksi pidana sektor jasa keuangan pada Kamis (18/3/2021) kemarin.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan penyidik mengajukan sebanyak 53 pertanyaan dalam penjagaan tersebut.

“Tersangka SA diperiksa oleh Subdit Perbankan Dit Tipideksus di hari Kamis 18 Maret 2021 pukul 10. 00-20. 00 WIB dengan sebanyak 53 pertanyaan, ” prawacana Argo dalam keterangannya, Jumat (19/3/2021).

Argo menerangkan pertanyaan yang diajukan penyidik seputar tugas serta tanggungan tersangka sebagai eksekutif utama PT BS.

Selain itu, pemeriksa juga menggali keterangan terkait tindakan SA sebagai Dirut BS terhadap adanya tulisan perintah tertulis OJK.

“Kemudian mekanisme pengambilan keputusan/tindakan korporasi terhadap adanya perintah tertulis OJK & alasan tidak melaksanakan Titah Tertulis OJK, ” memotong dia.

Semasa pemeriksaan, tersangka SA didampingi oleh tim penasehat adat dari kantor Erga Lawyers.