Walaupun Tak Berani Konfirmasi, Adi Yakin Arahan Potongan Rp10 Ribu Per Paket Bansos dari Juliari

sidang-korupsi-bansos-juliari-nih3

Laporan wartawan Tribunnews. com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Eks Pejabat Perakit Komitmen (PPK) Kementerian Baik Adi Wahyono membenarkan ada perintah pengumpulan uang lantaran terdakwa Juliar Peter Batubara.

Besaran uang yang diminta dikumpulkan sebesar Rp10 ribu per paket bansos Covid-19.

Hal ini disampaikan Adi saat menjadi saksi di sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan bansos Covid-19 Jabodetabek tahun 2020.

Adi menyebut arahan tersebut tak langsung datang dari Juliari, tapi dari Tunak Ariwibowo yang merupakan staf ahli Mensos.

“Ada. Saya mendapat bahan itu dari Kukuh, ” kata Adi di persidangan.

Baca juga: Hakim Sidang Juliari: Penyuap dan Pemberi Suap Tempatnya Hanya di Neraka

“Kurang lebih, ‘Mas bapak menimbulkan Rp10 ribu per kantong’. Jadi sebetulnya perintah tersebut tidak langsung ke hamba yang pertama. Kan ada dari pak Menteri ke pak Kukuh kemudian ke saya, baru saya sampaikan ke pak Joko (eks PPK Kemensos Matheus Joko Santoso), ” sambung tempat.

Jaksa lalu bertanya apakah saksi mengonfirmasi langsung arahan itu ke Juliari. Namun Adi mengaku tidak berani.

Adi hanya percaya arahan tersebut memang datang langsung dari Juliari, atas petunjuk adanya pemanggilan rapat di minggu ketiga bulan Mei di ruang kerja Mensos yang membahas soal pengumpulan operasional kementerian.

“Kalau konfirmasi langsung kami tidak berani. Tapi kala saya dipanggil pak Erat, itu menunjukan ada sebuah perintah, ” ucapnya.